Sejarah Letusan Gunung Bromo

Yuk dibagikan:

Sejarah Letusan Gunung Bromo

Sejarah Letusan Gunung BromoMasih di Sejarah Gunung Bromo, kali ini ini kami akan membahas mengenai Sejarah Letusan Gunung Bromo yang banyak sekali menjadi bahan perdebatan para sejarawan, di kesempatan saat ini kita akan mengupas secara detail akan Sejarah Letusan Gunung Bromo, menurut ahli volcanologi akan legenda asal usul Gunung Bromo serta lautan pasir berawal dari dua Gunung yang saling berimpitan satu sama lain. Gunung Tengger (4. 000 m dpl) yang disebut gunung terbesar serta paling tinggi pada saat itu. Lantas berlangsung letusan kecil, materi vulkanik terlempar ke tenggara hingga membentuk lembah besar serta didalam hingga ke desa sapi kerep. letusan dahsyat lantas menciptakan kaldera dengan diameter kian lebih delapan km. dikarenakan dalamnya kaldera, materi vulkanik letusan kelanjutan tertumpuk didalam serta saat ini jadi lautan pasir serta di duga dulu saat dulu terisi oleh air serta lantas kegiatan kelanjutan yaitu timbulnya lorong magma ditengah kaldera hingga nampak gunung – gunung baru diantaranya lautan pasir, gunung widodaren, gunung watangan, gunung kursi, gunung batok serta gunung bromo.

Tapi Menurut para leluhur Suku Tengger mereka mengatakan jika legenda dan sejarah gunung bromo diterangkan perihal asal usul suku tengger gunung bromo ini. dahulu kala di pulau jawa di perintah oleh raja brawijaya dari kerajaan majapahit yang memiliki anak wanita bernama Rara Anteng yang menikah dengan Joko Seger, keturunan brahmana. saat berlangsung pergolakan di pulau jawa, beberapa masyarakat yang setia pada agama hindu melarikan diri ke pulau bali. beberapa yang lain menarik diri dari dunia keramaian serta bermukim di sesuatu dataran tinggi di kaki gunung bromo, dipimpin oleh Roro anteng serta Joko seger, jadilah mereka suku tengger, yang di ambil dari nama belakang mereka yaitu Anteng “TENG” serta Seger “GER”, sehingga jika di gabung menjadi satu yaitu TENGGER.

Selama abad ke-20, gunung yang terkenal sebagai tempat wisata gunung bromo itu meletus sebanyak tiga kali, dengan interval waktu yang teratur, yaitu 30 tahun. Letusan terbesar terjadi 1974, sedangkan letusan terakhir terjadi pada 2004.

Sejarah letusan Gunung Bromo menurut catatan sejarah Volcanologi:
2011,2004, 2001, 1995, 1984, 1983, 1980, 1972, 1956, 1955, 1950, 1948, 1040, 1939, 1935, 1930, 1929, 1928, 1922, 1921, 1915, 1916, 1910, 1909, 1907, 1908, 1907, 1906, 1907, 1896, 1893, 1890, 1888, 1886, 1887, 1886, 1885, 1886, 1885, 1877, 1867, 1868, 1866, 1865, 1865, 1860, 1859, 1858, 1858, 1857, 1856, 1844, 1843, 1843, 1835, 1830, 1830, 1829, 1825, 1822, 1823, 1820, 1815, 1804, 1775, dan 1767.

Ternyata sudah sering sekali Gunung Bromo meletus, tapi letusan Bromo itu tidak membuat pengunjung surut, malah makin banyak sekali yang ber liburan bromo dengan mengambil paket wisata bromo.

Sejarah Letusan Gunung Bromo